Jakarta — Minyak goreng kelapa mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari konsumen Indonesia pada 2025. Setelah sekian lama pasar dikuasai minyak sawit, kini banyak rumah tangga dan pelaku kuliner mulai beralih ke minyak goreng kelapa karena dinilai lebih sehat dan memberikan hasil masakan yang lebih bersih.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap RBD Coconut Cooking Oil, sebuah varian minyak yang diolah dari kelapa melalui proses pemurnian, pemutihan, dan penghilangan bau, sehingga menghasilkan minyak yang jernih dan stabil pada suhu tinggi.
Tren Kesehatan Dorong Permintaan Minyak Goreng Kelapa
Pengamat industri pangan menyebutkan bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi faktor pendorong utama. Konsumen semakin mencari minyak yang:
- lebih ringan untuk tubuh,
- lebih stabil digunakan berulang kali,
- dan tidak cepat hitam ketika dipanaskan.
Minyak kelapa dikenal memiliki Smoke Point yang lebih tinggi (± 232°C). Artinya, minyak ini tidak mudah rusak saat digunakan menggoreng, sehingga makanan lebih renyah dan minyak lebih hemat karena tidak cepat keruh.
Kandungan MCT Jadi Sorotan
Salah satu alasan minyak goreng kelapa menarik perhatian adalah kandungan Medium Chain Triglycerides (MCT). Senyawa ini banyak dibahas karena mudah dicerna tubuh dan cepat diubah menjadi energi.
Ahli gizi menilai MCT dapat mendukung pola makan sehat dan cocok untuk:
- diet rendah karbo
- MPASI
- masakan untuk lansia
- kebutuhan energi cepat
Dipilih Rumah Tangga Hingga Bisnis Kuliner
Bukan hanya keluarga yang mulai beralih, pelaku bisnis kuliner—mulai dari usaha gorengan, restoran rumahan, hingga brand makanan beku—turut mengadopsi minyak goreng kelapa.
Keunggulan yang mereka rasakan:
- minyak lebih tahan lama
- hasil gorengan lebih cerah
- tidak meninggalkan aroma menyengat
- lebih efisien untuk penggorengan skala besar
Beberapa distributor juga melaporkan kenaikan permintaan untuk kemasan curah, seperti jerrycan 18 liter hingga pengiriman menggunakan IBC tank untuk kebutuhan restoran besar.
Harga Mulai Kompetitif dengan Minyak Sawit Premium
Dulu minyak goreng kelapa sering dianggap sebagai produk premium dengan harga tinggi. Namun kini, dengan semakin banyak produsen dalam negeri yang mengolah kelapa menjadi minyak goreng, harganya semakin terjangkau. Pemain industri menyebutkan bahwa harga minyak kelapa kini mampu bersaing dengan minyak sawit premium, apalagi jika digunakan untuk pemakaian berulang pada bisnis kuliner.
Manfaat Kesehatan Jadi Daya Tarik Utama
Dibanding minyak biasa, minyak goreng kelapa memiliki beberapa keunggulan:
- tidak mengandung kolesterol
- stabil terhadap oksidasi
- rasa lebih netral, tidak mengubah cita rasa masakan
- mengandung asam laurat yang dikenal baik untuk imunitas
Karena itu, banyak keluarga muda mulai menjadikan minyak kelapa sebagai alternatif untuk masakan harian.
Kesimpulan: Minyak Goreng Kelapa Semakin Menjadi Pilihan Utama
Dengan kesadaran kesehatan yang meningkat, kualitas masakan yang lebih baik, dan harga yang semakin bersaing, minyak goreng kelapa diprediksi akan terus naik daun sepanjang 2025. Industri kuliner dan rumah tangga sama-sama melihat minyak ini sebagai solusi yang lebih sehat dan efisien.